Jumat, 10 Desember 2021

PENGUJIAN PERANGKAT LUNAK

 1. Dasar-dasar pengujian perangkat lunak

Pengujian perangkat lunak adalah proses menjalankan dan mengevaluasi sebuah perangkat lunak secara manual maupun otomatis untuk menguji apakah perangkat lunak sudah memenuhi persyaratan atau belum, atau untuk menentukan perbedaan antara hasil yang diharapkan dengan hasil sebenarnya. pengujian bertujuan untuk mencari kesalahan.
A. Tujuan pengujian:
  1. Menilai apakah perangkat lunak yang dikembangkan telah memenuhi kebutuhan pemakai.
  2. Menilai apakah tahap pengembangan perangkat lunak telah sesuai dengan metodologi yang digunakan.
  3. Membuat dokumentasi hasil pengujian yang menginformasikan kesesuaian perangkat lunak yang diuji dengan spesifikasi yang telah ditentukan.
B. Testability
Testability adalah kemampuan perangkat lunak untuk dapat diuji artinya seberapa mudah sebuah program komputer untuk bisa diuji.
Karakteristik testability perangkat lunak :
  1. Kemampuan untuk bisa dioperasikan (operability)
  2. Kemampuan untuk bisa diobservasi (observability)
  3. Kemampuan untuk dapat dikontrol (controllability)
  4. Kemampuan untuk dapat disusun (decomposability)
  5. Kesederhanaan (simplicity)
  6. Stabilitas (stability)
  7. Kemampuan untuk dapat dipahami (understandability)
C. Karakteristik pengujian
  1. Pengujian yang baik memiliki probabilitas tinggi untuk menemukan kesalahan
  2. Pengujian yang baik tidak berulang-ulang, waktu dan sumber daya pengujian terbatas
  3. Pengujian terbaik harus menjadi “bibit terbaik” yaitu pengujian yang memiliki kemungkinan tertinggi dalam mengungkap seluruh kelas kesalahan
  4. Pengujian yang baik tidak terlalu sederhana atau tidak terlalu rumit
2. Pengujian White Box
Pengujian white box disebut juga pengujian kotak kaca (glass box testing). Pengujian white box merupakan sebuah filosofi perancangan test case yang menggunakan struktur kontrol.
A. Pengujian jalur dasar(basis path testing)
Pengujian jalur dasar adalah teknik pengujian yang memungkinkan perancangan test case untuk menurunkan ukuran kompleksitas logis dari suatu rancangan prosedural dan menggunakan ukuran ini sebagai pedoman untuk menentukan rangkaian dasar jalur eksekusi.
B. Jalur independen
Jalur Independen (Independent Path) adalah setiap jalur yang melalui program yang memperkenalkan setidaknya satu kumpulan pernyataan-pernyataan pemrosesan atau kondisi baru.
Jalur independen gambar di bawah ini:
  • Path 1: 1-11
  • Path 2: 1-2-3-4-5-10-1-11
  • Path 3: 1-2-3-6-8-9-10-1-11
  • Path 4: 1-2-3-6-7-9-10-1-11
Path 1-2-3-4-5-10-1-2-3-6-8-9-10-1-11 tidak dianggap jalur independen karena tidak melintasi setiap edge baru. path 1 sampai 4 merupakan basis set.
C. Kompleksitas siklomatik
Kompleksitas siklomatik adalah metrik perangkat lunak yang menyediakan ukuran kuantitatif dari kompleksitas logis suatu program.
Perhitungan Kompleksitas Siklomatik:
  • Jumlah daerah-daerah (region) flow graph yang berhubungan dengan Kompleksitas Siklomatik
  • Kompleksitas Siklomatik V (G) = E – N + 2 dimana E adalah jumlah edge, N adalah jumlah node.
  • Kompleksitas Siklomatik V (G) = P + 1 dimana P adalah jumlah node predikat.
Dari kasus independent path:
  • Jumlah region adalah 4
  • V (G) = 11 edge – 9 node + 2 = 4
  • V (G) = 3 node predikat + 1 = 4
  • Jadi Kompleksitas Siklomatiknya adalah 4

D. Menghasilkan test case
Diberikan Pseudocode sbb:


3. Pengujian Black Box
Pengujian black box disebut juga pengujian perilaku. pengujian black box memungkinkan untuk membuat beberapa kumpulan kondisi input yang akan melakukan semua kebutuhan fungsional untuk program.
Kategori kesalahan pada pengujian black box:
  • Fungsi yang salah atau hilang
  • Kesalahan antarmuka
  • Kesalahan struktur data atau akses basis data eksternal
  • Kesalahan perilaku atau kinerja
  • Kesalahan inisialisasi dan penghentian
A. Metode pengujian berbasis grafik
Langkah-langkah pengujian:
  • Memahami objek-objek yang dimodelkan dalam perangkat lunak dan penghubung yang menghubungkan objek-objek tersebut
  • Menentukan serangkaian pengujian yang memastikan bahwa semua objek memiliki hubungan satu sama lain seperti yang diharapkan
  • Node direpresentasikan sebagai lingkaran.
  • Hubungan direpresentasikan dengan anak panah
  • Hubungan satu arah (directed link) bahwa hubungan bergerak hanya satu arah.
  • Hubungan dua arah atau hubungan simetris (bidirection link) bahwa hubungan berlaku dua arah.
  • Hubungan paralel digunakan ketika ada sejumlah hubungan yang berbeda yang dibangun di antara node-node grafik.
B. Partisi kesetaraan (equivalence partitioning)
Partisi kesetaraan adalah metode pengujian black box yang membagi daerah input program ke dalam kelas-kelas data dari test case yang dapat diturunkan. sebuah kelas kesetaraan merepresentasikan keadaan valid atau tidak valid dari kondisi input. contoh: kesalahan terhadap semua data karakter yang mungkin mengharuskan banyak test case sebelum kesalahan umum teramati.
Kelas kesetaraan dapat didefinisikan:
  • Jika kondisi input menspesifikasikan range, satu kelas kesetaraan yang valid dan dua kelas kesetaraan yang tidak valid didefinisikan
  • Jika kondisi input membutuhkan nilai tertentu, satu kelas kesetaraan yang valid dan dua kelas kesetaraan yang tidak valid didefinisikan
  • Jika kondisi input menspesifikasikan anggota dari himpunan, satu kelas kesetaraan yang valid dan dua kelas kesetaraan yang tidak valid didefinisikan
  • Jika kondisi input adalah boolean, satu kelas kesetaraan yang valid dan dua kelas kesetaraan yang tidak valid ditentukan
C. Analisis nilai batas (boundary value analysis)
Analisis nilai batas merupakan teknik perancangan test case yang melengkapi partisi kesetaraan dengan fokus pada kondisi input, dan juga akan menghasilkan output. banyak kesalahan terjadi pada kesalahan input. bva mengijinkan untuk menyeleksi kasus uji yang menguji batasan nilai input. bva merupakan komplemen dari equivalence partitioning, lebih memilih pada elemen-elemen di dalam kelas ekivalen pada bagian sisi batas dari kelas
pedoman bva:
  • Jika kondisi input menspesifikasikan range yang dibatasi oleh nilai a dan b, test case harus dirancang dengan nilai a dan b dan hanya di atas dan di bawah nilai a dan b
  • Jika kondisi input menspesifikasikan sejumlah nilai, test case harus dikembangkan untuk menguji jumlah-jumlah minimum dan maksimum.
  • Terapkan pedoman 1 dan 2 untuk kondisi input.
  • Jika struktur data program internal memiliki batas-batas yang telah ditentukan, pastikan untuk merancang test case untuk menguji struktur data pada batasnya.

4. Pengujian Larik Ortogonal
Dapat diterapkan untuk masalah-masalah dimana input domain relatif kecil tapi terlalu besar untuk mengakomodasi pengujian yang lengkap. bermanfaat dalam menemukan kesalahan yang terkait dengan logika yang salah dalam komponen perangkat lunak.
contoh:
Jika rancangan aplikasi untuk login seperti gambar di atas, maka black box testing dapat dibuat berdasarkan beberapa kondisi input (5 kondisi).






Tidak ada komentar:

Posting Komentar